You Are Here: Home » HUKUM & HAM » Cyber Crime » Terorisme Cyber Sulit Untuk Dicegah

Terorisme Cyber Sulit Untuk Dicegah

Benefits-Of-An-Online-BusinessJakarta,ProgresiveNews.Com – Modus operasi teroris di Indonesia telah bergeser dari konvensional menjadi modus menggunakan teknologi internet. Lalu apakah modus baru ini bisa distop?

“Masalahnya orang dengan mudah membuat website baru. Sehingga jika satu di blok dia mudah membuat yang baru. Jadi mekanismenya kejar-kejaran terus,” kata Ketua Umum Ikatan Konsultan Teknologi Informasi Indonesia (IKTII) Teddy Sukardi usai diskusi di STIK, Jumat (31/5).

Teddy juga mengatakan jika memblokir situs yang mempunyai konten terorisme juga tidak semudah menutup situs yang punya konten porno.

“Kalau situs porno kita sudah bisa blokir karena ada mekanismenya. Tapi ini (situs teroris) kan juga masih disusupkan dengan cara lain. Secara teknis memang bisa dilakukan, tapi memang banyak kesulitan. Mekanisme hukumnya juga harus ada,” bebernya.

Apalagi hingga kini belum ada aduan dari masyarakat yang resah dengan situs terorisme, sebagaimana keresahan masyarakat dalam situs porno.

“Tapi pemerintah harus melakukan intervensi untuk mengatur pembatasan hal ini. Penegak hukum untuk menanggulangi cyber crime dan cyber terorism harus ditambah. Di Indonesia jumlah orangnya kurang dibanding China yang sudah punya ribuan orang. Juga peningkatan alat dan teknologi, tegasnya.

Seperti diberitakan, teroris Indonesia makin canggih. Mereka tak hanya menggunakan internet untuk melancarkan serangan teror, tapi internet juga telah digunakan untuk menyusun rencana, pelatihan, pembiayaan, dan rekrutmen.

Untuk kegiatan pengumpulan dana (fai) melalui dunia cyber seperti yang dilakukan oleh Mawan Kurniawan, Rizki Gunawan, dan Cahya Fitriyanta pada pertengahan 2011.

Mereka berhasil membobol situs speedline dan speedcash hingga mencapai Rp 7 miliar. Sebagian dana itu untuk pelatihan para militer di Poso pada 2012 dan pengeboman gereja Kepunton, Solo pada 2011. Td,Follow@Progresivenews

Leave a Comment

Home | Contact | Copyright 2013 Progresive News - Powered by CNET