You Are Here: Home » DUNIA » Penari Perut Mesir Kontroversial `Goyang` Kedubes AS

Penari Perut Mesir Kontroversial `Goyang` Kedubes AS

penari-perut--protes130904bKairo,Progresivenews.com–Halaman muka Kedutaan Besar Amerika Serikat di Mesir dijadikan panggung dadakan oleh penari perut kontroversial, Sama el-Masry. Diiringi musik rancak, Sama menari dan bernyanyi sambil memegang pengeras suara.

Saat itu ia memakai gaun putih panjang dan longgar. Kali ini, tanpa mengumbar bagian perutnya. Aksinya itu untuk merayakan kepergian Duta Besar AS Anne Patterson.

Di tengah aksinya, Sama membakar bendera AS dan memecahkan pot besar yang sempat ia sunggi di kepala — sebuah simbol tradisi Mesir yang menyampaikan pesan, “Baguslah!”

Ini bukan kali pertamanya Sama beraksi. Sebelumnya penari perut itu berulang kali mengeluarkan kecaman terhadap Ikhwanul Muslimin.

Salah satunya dalam video yang beredar luas Juli lalu, di mana ia membawa poster bertuliskan huruf Arab, juga teksnya dalam Bahasa Inggris.

Sambil bergoyang, Sama menyampaikan pesan pada Presiden AS Barack Obama, menuduhnya mendukung Ikhwanul Muslimin dan ikut campur dengan urusan di Mesir. Lagu khusus pun ia nyayikan untuk Obama. Judulnya, “Obama, your mother, your father.”

Mendemo Dubes AS

Masa kerja Dubes AS di Mesir berakhir Agustus 2013 lalu. Selama masa kerjanya, Bu Dubes banjir kritikan dari berbagai kelompok politik dan media massa, gara-gara pernyataannya sebelum protes meluas di Mesir 30 Juni 2013 lalu yang menggulingkan Presiden Mohammed Morsi.

Dalam pidato yang dia berikan Ibn Khaldun Center for Developmental Studies, Patterson mengatakan bahwa ia skeptis terhadap seruan protes. Pernyataan yang dianggap membela Morsi dan Ikhwanul Muslimin.

“Beberapa orang mengatakan aksi jalanan akan menghasilkan hasil yang lebih baik dibandingkan pemilu. Sejujurnya pemerintah saya dan saya pribadi sangat skeptis, ” kata dia dalam pidatonya seperti dimuat Al Arabiya, 3 September 2013.

Akibatnya, dalam sejumlah aksi protes di Mesir Juli lalu, sejumlah demonstran membawa spanduk bergambar Patterson yang diberi tanda silang merah.

Harian pemerintah Al Ahram pekan lalu juga mempublikasikan artikel di halaman depan menuding Dubes AS terkait dengan konspirasi Ikhwanul Muslimin membuat kekacauan di Mesir.

Patterson tentu saja tak terima. Ia balas menulis surat yang ditujukan kepada Pemimpin Redaksi Abdel Nasser Salam, menuding media tersebut menyebarkan klaim yang salah dan absurd. “Artikel itu sama sekali bukan produk jurnalistik. Melainkan fiksi belaka, yang bertujuan untuk memberi informasi yang salah pada masyarakat Mesir,” kata Patterson.Cfs

Leave a Comment

Home | Contact | Copyright 2013 Progresive News - Powered by CNET